Perang Pandan
Desa Tenganan berjarak 70 kilometer dari kota Denpasar, termasuk bagian dari kabupaten Karangasem. Pagi itu pak Medre sang kepala desa bercerita tentang acara yang akan digelar oleh masyarakatnya, berangkat dari acara pesta di rumah-rumah, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pertunjukan seni tradisi berupa Perang Pandan. Dalam mitologi lokal, Perang Pandan sebenarnya menceritakan tentang Dewa Indra (Dewa Perang) yang turun ke bumi untuk melawan seorang raja lalim bernama Maya Denawa, setelah itu tradisi Perang Pandan dilestarikan oleh masyarakat desa Tenganan sebagai simbol memerangi kejahatan. Pertunjukan perang pandan sangat unik, para pemuda berkumpul di balai panjang untuk kemudian turun ke arena yang sudah disiapkan dengan membawa perisai dari anyaman rotan dan seikat daun pandan berduri, mereka beradu ketangkasan, mengores tubuh lawan hingga berdarah. Setelah selesai mereka akan berkumpul untuk makan bersama dan diobati dengan ramuan tradisional. Tardisi itu berlangsung penuh suka cita.